Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Sajak usang

Ku jahit lusuhnya sajak sejarah
Dengan pita hitam di genggaman
Menggoreskan pena dengan kata
Curahan hati insan negara
Tercekik bencana menerpa
Membelit nadi dalam diri
Hari penuh jutaan duri

Ingin ku arungi negeri ini
Hinggap pada ranting keadilan
Merebahkan tubuh pada permadani suram
Bersandar pada sajak usang perjuangan
Tentang arti sebuah pengabdian

tak sanggup rasa memandang
Gemuruh kata terbang nenghilang
Mulut munguap teriak lantang
Mata terpejam, asa mulai pudar
Mengharap keadaan dapat di ulang

Ku ingat negriku yang dulu
Jutaan kicau burung bernyanyi
Melalui ranjang tempat ku berbaring
Kala itu kulihat
Surya merangkak mulai menampak
Penghuni veteran berbaris rapi
Badan tegap penuh wibawa
Benturan dan pahatan pelor pada punggungnya
Tetesan darah, mengguyur badan
Lambai dikara panji dwi warna
Hormat senjata, bahana merdeka

Ridwan_AE

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TUNAS KELAPAKU


Kala pagi datang mengantongi malam ...
Rengah suara burung terdengar
Kilau embun pagi menyapa
Temani benih tunas kelapa
Dibalik silau panasnya sang surya

Hutan rimba medan pengabdian
Berpayungkan pohon tinggi menjulang
Lelah tubuh kami rebahkan
Pada permadani hijau nan subur
Berselimut rajutan jutaan embun
Bisingnya peluit menjadi jam pembangun

Mulut ini membeku diam seribu kata
Kala terngiang asa,cita dan cerita
Kau yang berjalan di atas kerikil tajam
Badan legam tersambar mentari
Cucuran keringat, deras menetes
Tempaan kau jalani
Hukuman kau hadapi
Tindakan kau pertanggungjawabkan
Hingga Tumbuh tunas kelapa sejati
Rakhyan wara shinta ambalan kami

Tegap bared setegap badan perwira
Jilatan Api bagai kobaran semangat membara
Erat tali menyimpul persaudaraan sang Pramuka
Belati Merah putih hiasi leher kami
Saksi bisu ucapan sumpah dan janji
Dewa ruci hinggapan kami

Wahai pramuka sejati
Saat peluh ini tak lagi mengalir
Bukti pengabdian sudah berakhir
Warnai pramuka dengan ribuan warna
Pahat indah pada pundak kekarmu
Tiup hingga terbang lampaui awan
Hingga kami dapat berjumpa pramuka seribu tahun lagi

Kini kami harus menanggung beban
Sebab dinding pertempuran akan mengahadang
Puing tirta mata yang berserakan
Bungkus untuk melawan jeritan hati yang penuh luka
Dari Sayatan dan goresan yang kami lakukan
Kami hanya ingin melebur dendam berselimut dosa
Mencairkan maaf dalam uraian kata

RIDWAN_AE

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Darah dan air mata

Ku tutup mata ini
Termangu tetesan darah merendam negeri
Air mata armada mengapung
hanyutkan akar dalam keheningan
Daun tersungkur dihempas peluru
Lalu lalang bunga teteskan air mata
Hinggap di atas tanah nan basah
Terjerembab di bawah payung hitam
Berbaring memikul air mata
Menjahit tanah air dengan tetesan darah
Kala Berpijak arungi putih tulang nan kekar
Belum kering air mata, tak akan purna
Jangan damas tetesan darah, tak akan pernah
Bumi akan memeluk dan menyelimuti
Lambainya dwi warna atas darah dan air mata ini

Ridwan_AE

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SETAPAK


Jangan tanamkan,
Setapak derita melukai negri ini
Bingar uang hanyut tercuci
Kau bagai pemimpin dari kami
Rakyat, yang hanya menindihkan telapak kaki
Di atas pematang bunda pertiwi

Jangan terbangkan,
Setapak keadilan bagi kami
Meniup jauh hak kami
Membui segala kewajiban kami
Membungkam rapat mulut kami
Hingga daya tak lagi terasa

Almanak mulai berbisik,
Arloji tinggal menanti detik
Setapak mentari kuasai negri
Menerangi gelapnya langit politisi
Tapi kami tak sudi, jika...
Kau hanya hinggap di kursi jabatan
Dengan jamuan kertas milyaran
Hukum tumpul oleh jabatan
Tajam menyayat rakyat jalanan

Jangan biarkan,
Setapak suara meraung geram
Menindas kasar negri yang kejam
Debur insan tumpahi surau pemerintahan
Menenggelamkan karang utusan dewan
Mencari keadilan pada rimba kehidupan.




Rid'one

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SAYONARA


Dalam bait ku goreskan
pengalaman yang tak terlupakan
Melangkah bersama sebongkah pengabdian
Bergandeng tangan musuhi perbedaan

Saat syair ini bergema
Canda tawa terbayang dalam angan
Tongkat estafet yg tergenggan
Mengisyaratkan awal dari perjuangan
Berlarilah kedepan jebol dinding penghadang

Lorong-lorong gedung sekolah yang gelap
Derai keringat mengguyur badan
Goresan suka dalam luka
Terjahit rapi pada tembok SMA
tak sanggup rasa, melepas semua
Sayonara OSIS/MPK.

Memang ini harus terjadi
Sebab pemimpin amanah sudah menanti
Struktur organisasi yang harus di ganti
Menjelajahi tantangan yang datang
Mecari jalan terang setiap kesukaran
Belajar dan mencari arti dari derai tirta mata yang keluar

Ini bukan akhir, tapi ini awal terlahir
Dentuman langkah para pemimpin
Beban berat pikul di pundak
Jinjing bersama dengan kerja keras
Berjuang Dengan cinta
Lanjutkan setiap masa yang berkibar
ke semburat cahaya kejayaan


RIDWAN_AE

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Di balik makna kicau GARUDA

Masa kecilku dulu kakek pernah bernyanyi untuk ku "garuda pancasila akulah pendukungmu..." betapa pentingnya pancasila yang di lambangkan burung garuda, sebagai ideologi bangsa Indonesia. Bahkan burung garuda mengandung 5 cita-cita nusa bangsa dari sabang sampai merauke di perutnya, sampai menggunakan tameng baja sebagai pelindungnya.

 Tetapi sekarang tak seindah masa kecilku, banyak yang bilang,"awas! ada tikus kantor..!!!" yaiyalah, tikus memang ada di mana saja. Bahkan ada yang membuat lagu wakil rakyat, kok di lanjutin seharus nya merakyat...?  Apa rakyat sudah bosan, memandang burung garuda sebagai ideologi bangsa yang sekarang mulai lusuh dan berkutu, yang selalu terpampang jelas di setiap ruang kedinasan, kemiliteran, bahkan Surau orang nomor 1 dinegeri ini. Mungkin jika burung garuda masih hidup, dia akan berkicau agar negeri ini tidak pudar oleh generasi.

   Masih teringat pesan kakek sebelum beliau gugur "JAS MERAH", yang bermakna jangan melupakan sejarah. hingga saat ini aku yang berumur lebih muda dari makam kakek masih melihat banyak orang yang belum menerapkan makna dari JAS MERAH.

Dari 1001 lebih orang hanya satu yang ku temukan, seorang ahli sejarahwan, yang sangat menghargai sejarah pancasila, setiap butir sila yang tekandung dalam perut burung garuda dia paham maknanya hingga kehidupanya berbalut akan sila-sila, tak berselang lama aku bersahabat dekat dengan sejarahwan tersebut, panggil saja joy. Setiap langkah melewati hari-hari aku ingin mengupas teori sejarah dari awal kita di jajah hingga akhir kita merdeka. Seperti pesan terakhir kakek yang sempat terucap sebelum beliau meninggalkan negri ini selamanya.

 Beruntung universitas ku dengan joy satu kampus, aku mengambil sastra indoneasia, dan joy tentu saja sejarah. Setiap jam aku bertemu joy, aku selalu nenanyakan "menurutmu apa hanya aku yang ingin sok tau tentang sejarah PANCASILA". Dan joy hanya tersenyum, memang sulit mengungkap sejarah yang penuh dengan labirin kehidupan.

 Keesokan harinya, tepat di hari pendidikan nasional, 2 jam setelah aku selesai membuka tutup semua buku, Joy menghampiriku dan bertanya "aku mendengar jika kakekmu pahlawan, dan aku ingin tau kata yang terkecap sebelum beliau meninggal ...?" sepontan aku langsung menjawab "kakek pernah bilang 'JAS MERAH' padaku" joy pun tersentak kagum dengan sosok kakek,seorang pahlawan yang menaruhkan tumpah darahnya hanya untuk mendirikan negri yang adil dan makmur, tapi sayang banyak orang yang melupakan sejarah, burung garuda yang selalu di sebut sebagai ideologi bangsa sekarang tak banyak orang yang mengamalkan sila yang terkandung dalam perutnya, pejabat tinggi pun sekarang di selimuti indahnya Jabatan, akhirnya burung garuda hanya di jadikan pajangan bukan pedoman.

  Mungkin jika aku jadi Raja akan ku jahit negri lusuh ini dengan persatuan tumpah darah pemuda indonesia , dan aku akan terbang sekuat 8 sayap kanan-kiri sang garuda, melampaui jagad raya. hingga negara lain mengenal negri yang saat ini kita pijak. Dan joy pun berkata padaku "burung garuda, 17 bulu di lehernya, 8 bulu kepak sayapnya, dan 45 bulu pada paha kokonya. Simbol dari tanggal indonesia merdeka yang terpampang jelas pada ideologi bangsa indonesia." aku tau kau sebagai mahasiswa sastra yang ingin lebih mendalami ilmu sejarah, lebih dari seorang kakekmu yang sangat luar biasa membawa negri ini menuju gerbang kemerdekaan.  

 Dari kata sahabatku itu aku lebih bersemangat mengejar silau dan misterinya sejarah, dan aku juga ingin jangan hanya para rakyat jelata, para penyandang jabatan pun harus memahami dan memaknai setiap bulir sila yang sempat di kicaukan burung garuda,agar generasi penerus banggsa tidak sempat berkenalan dan berjabat tangan dengan Korupsi,katanya hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin.

 Mari kita bersatu padu memajukan hukum dan politik yang amanah, agar kata presiden pertama yang membela negeri Indonesia tidak mati bersama jasadnya, beliau berkata "MERDEKA". Dan burung garuda pun sudah menetaskan sila ke lima yang berkicau 'keadilan sosial bagi seliruh rakyat indonesia.


RIDWAN_AE

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Curahan Baitku


Ku jahit bait lusuh
Menggoreskan pena dengan kata
Curahan hati insan negara
Tercekik bencana menerpa
Membelit nadi dalam diri
Hari penuh jutaan duri

Bait pertama tertempa angin
Gemuruh kata terbang nenghilang
Mulut munguap teriak lantang
Mengharap keadaan dapat di ulang

Di bait kedua
Tergores tinta pena
Meninggalkan isi bait pertama
Menyimpang kedaulatan negara
Tentang mereka yang berkuasa

Pada bait ke tiga
Jeruji besi transparan
Menghadang pemuka kejahatan
Itu untuk dewan...???
Bagi yg ada di jalanan
Jeruji besi membentang lebar
Terbuat dari baja yang kekar
Seakan sukar untuk keluar

Terlukis bait ke empat
Baru sedikit melanggar aturan
Meja hijau langsung di datangkan
Pasrah pada setiap keadaan
Di negri rimba penuh kecurangan
Seakan hukum tajam pada mereka

Menggores luka bait ke lima
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
Tapi kenapa rakyat kecil selalu merana
Mungkin belum sempat,Sebab masih ada Rapat
Tentang berapa gaji yg di dapat...
sampai kapan bendera berkibar
Menyilaukan gemerlap sinar keadilan
Bagi rakyat yg masih di jalanan. Ridwan_AE

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Benih Merah Putih

bertumpahnya darah duka ku

suci bersih berseri

terkandung dalam tanah anarki

cahaya terpancar di pagi buta

mewarnai kicauawan burung bernyanyi

menghangatkan jutaan embun pagi

membangun rumus semangat negeri

darah telah bercampur tanah

benih kecil merah putih

terengkrami dalam palung bunda pertiwi

menanti tetasan buah bagi negeri

dalam kata terngiang derita

anyir darah terselip belati

mencucur keluar hujani bumi

desing peluru pun bersaksi

bangkai tersapu air mata

bernisankan kokohnya tiang bendera

kini kami berjejak

di bawah kibaran bendera

medan gemah ripah lojinawi

kami bentengi jeruji besi

gagas serdadu menyerbu

gelebar lambai merah putih

merenggut sendu pilu

silau indah kelopak garuda

mencengkram cita nusa bangsa

benih jaya indonesia

     Ridwan_AE

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS