Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Darah dan air mata

Ku tutup mata ini
Termangu tetesan darah merendam negeri
Air mata armada mengapung
hanyutkan akar dalam keheningan
Daun tersungkur dihempas peluru
Lalu lalang bunga teteskan air mata
Hinggap di atas tanah nan basah
Terjerembab di bawah payung hitam
Berbaring memikul air mata
Menjahit tanah air dengan tetesan darah
Kala Berpijak arungi putih tulang nan kekar
Belum kering air mata, tak akan purna
Jangan damas tetesan darah, tak akan pernah
Bumi akan memeluk dan menyelimuti
Lambainya dwi warna atas darah dan air mata ini

Ridwan_AE

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SETAPAK


Jangan tanamkan,
Setapak derita melukai negri ini
Bingar uang hanyut tercuci
Kau bagai pemimpin dari kami
Rakyat, yang hanya menindihkan telapak kaki
Di atas pematang bunda pertiwi

Jangan terbangkan,
Setapak keadilan bagi kami
Meniup jauh hak kami
Membui segala kewajiban kami
Membungkam rapat mulut kami
Hingga daya tak lagi terasa

Almanak mulai berbisik,
Arloji tinggal menanti detik
Setapak mentari kuasai negri
Menerangi gelapnya langit politisi
Tapi kami tak sudi, jika...
Kau hanya hinggap di kursi jabatan
Dengan jamuan kertas milyaran
Hukum tumpul oleh jabatan
Tajam menyayat rakyat jalanan

Jangan biarkan,
Setapak suara meraung geram
Menindas kasar negri yang kejam
Debur insan tumpahi surau pemerintahan
Menenggelamkan karang utusan dewan
Mencari keadilan pada rimba kehidupan.




Rid'one

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS