Kala pagi datang mengantongi malam ...
Rengah suara burung terdengar
Kilau embun pagi menyapa
Temani benih tunas kelapa
Dibalik silau panasnya sang surya
Hutan rimba medan pengabdian
Berpayungkan pohon tinggi menjulang
Lelah tubuh kami rebahkan
Pada permadani hijau nan subur
Berselimut rajutan jutaan embun
Bisingnya peluit menjadi jam pembangun
Mulut ini membeku diam seribu kata
Kala terngiang asa,cita dan cerita
Kau yang berjalan di atas kerikil tajam
Badan legam tersambar mentari
Cucuran keringat, deras menetes
Tempaan kau jalani
Hukuman kau hadapi
Tindakan kau pertanggungjawabkan
Hingga Tumbuh tunas kelapa sejati
Rakhyan wara shinta ambalan kami
Tegap bared setegap badan perwira
Jilatan Api bagai kobaran semangat membara
Erat tali menyimpul persaudaraan sang Pramuka
Belati Merah putih hiasi leher kami
Saksi bisu ucapan sumpah dan janji
Dewa ruci hinggapan kami
Wahai pramuka sejati
Saat peluh ini tak lagi mengalir
Bukti pengabdian sudah berakhir
Warnai pramuka dengan ribuan warna
Pahat indah pada pundak kekarmu
Tiup hingga terbang lampaui awan
Hingga kami dapat berjumpa pramuka seribu tahun lagi
Kini kami harus menanggung beban
Sebab dinding pertempuran akan mengahadang
Puing tirta mata yang berserakan
Bungkus untuk melawan jeritan hati yang penuh luka
Dari Sayatan dan goresan yang kami lakukan
Kami hanya ingin melebur dendam berselimut dosa
Mencairkan maaf dalam uraian kata
RIDWAN_AE





